Ketika perusahaan ingin membuat seragam baru, mencari contoh seragam kerja kantor biasanya menjadi langkah awal sebelum menentukan desain. Bukan sekadar mencari model yang terlihat bagus, tetapi juga melihat bagaimana pakaian tersebut bisa digunakan untuk aktivitas kerja sehari-hari.
Pilihan seragam kantor sekarang pun semakin beragam. Model pria dan wanita juga tidak harus dibuat identik, selama tetap memiliki elemen visual yang menyatukan identitas perusahaan.
Karena itu, referensi seragam kerja sebaiknya memperhatikan padu padan atasan dan bawahan, jenis bahan, potongan pakaian, detail logo, hingga kebutuhan aktivitas karyawan perlu ikut dipertimbangkan.
Berikut beberapa model yang dapat menjadi referensi untuk menentukan tampilan seragam kerja kantor yang lebih relevan dengan kebutuhan saat ini.
Contoh Seragam Kerja Kantor untuk Pria dan Wanita

Tren seragam kerja kantor kini lebih fleksibel. Perusahaan tidak selalu menggunakan satu model pakaian untuk seluruh aktivitas, tetapi dapat membedakan desain berdasarkan suasana kerja, kebutuhan mobilitas, maupun agenda tertentu.
Berikut beberapa kombinasi yang bisa menjadi referensi.
1. Kemeja Formal dengan Celana atau Rok Bahan
Kombinasi kemeja dan bawahan bahan masih relevan untuk perusahaan dengan lingkungan kerja formal. Namun, desainnya dapat dibuat lebih modern melalui potongan yang lebih clean, kerah sederhana, serta penggunaan warna perusahaan sebagai aksen.
Untuk pria, kemeja lengan panjang dapat dipadukan dengan celana bahan berwarna senada atau lebih gelap. Dasi dapat digunakan ketika ada agenda resmi dan dilepas untuk aktivitas kantor sehari-hari.
Sementara itu, wanita memiliki lebih banyak alternatif. Kemeja dapat dipadukan dengan celana bahan, rok span, atau rok A-line sesuai kebutuhan. Untuk memberikan tampilan yang lebih profesional, blazer juga dapat digunakan sebagai outer ketika menghadiri meeting atau bertemu klien.
2. Blouse atau Tunik untuk Seragam Wanita
Seragam wanita tidak harus selalu berupa kemeja yang dibuat sama persis dengan seragam kerja pria. Blouse dan tunik dapat menjadi alternatif untuk menciptakan tampilan yang lebih proporsional sekaligus memberikan pilihan model yang berbeda.
Blouse dapat dipadukan dengan celana bahan atau rok, sedangkan tunik cocok digunakan dengan celana panjang berpotongan lurus. Detail seperti variasi kerah, manset, atau kombinasi dua warna dapat digunakan untuk membuat desain lebih khas tanpa terlihat berlebihan.
Jika perusahaan tetap menginginkan keseragaman antara karyawan pria dan wanita, elemen yang disamakan bisa berupa warna utama, motif, bahan, atau identitas logo, bukan harus bentuk pakaiannya.
3. Polo Shirt dengan Celana Chino
Untuk lingkungan kerja yang lebih santai, polo shirt dapat menjadi alternatif dari kemeja. Model ini cocok untuk perusahaan yang tidak menerapkan dress code terlalu formal atau memiliki aktivitas kerja yang membutuhkan lebih banyak keleluasaan bergerak.
Polo shirt pria dapat dipadukan dengan celana chino atau celana bahan. Sementara untuk wanita, polo shirt dapat dikombinasikan dengan celana chino, celana panjang straight cut, atau bawahan lain yang tetap terlihat rapi.
Logo perusahaan umumnya dapat ditempatkan di area dada. Penggunaan kombinasi warna pada kerah, ujung lengan, atau bagian tertentu juga dapat memperkuat identitas visual perusahaan tanpa membuat desain terlalu ramai.
4. Kemeja Batik dan Kombinasi Kain Polos
Batik masih menjadi pilihan menarik untuk seragam kantor, terutama ketika perusahaan ingin memasukkan unsur budaya ke dalam identitas pakaian kerja. Modelnya pun tidak harus berupa kemeja batik penuh.
Untuk pria, kemeja batik dapat dipadukan dengan celana bahan polos berwarna hitam, navy, abu-abu, atau warna lain yang masih selaras dengan motif. Untuk wanita, alternatifnya dapat berupa blouse batik, tunik, atau atasan kombinasi batik dan kain polos yang dipadukan dengan rok maupun celana bahan.
Pendekatan kombinasi ini membuat motif batik lebih mudah digunakan sebagai identitas tanpa membuat pakaian terlihat terlalu formal atau penuh motif.
5. Blazer atau Outer sebagai Lapisan Tambahan
Untuk perusahaan dengan kebutuhan penampilan yang lebih profesional, blazer dapat dijadikan bagian dari seragam tanpa harus digunakan sepanjang hari. Misalnya, karyawan dapat menggunakan blouse atau kemeja sebagai pakaian utama, kemudian mengenakan blazer ketika meeting, presentasi, atau menerima tamu.
Pria juga dapat menggunakan outer atau jaket kerja ringan sebagai alternatif blazer, terutama jika karakter perusahaan lebih modern dan kasual. Model seperti ini membuat satu set seragam memiliki lebih dari satu fungsi tanpa harus membuat terlalu banyak jenis pakaian.
6. Seragam Khusus untuk Aktivitas Lapangan
Tidak semua karyawan membutuhkan seragam dengan karakter yang sama. Tim sales, teknisi, event, atau bagian operasional yang sering bekerja di luar ruangan membutuhkan pakaian yang lebih mendukung mobilitas.
Kemeja kerja dengan bahan yang relatif ringan, polo shirt, atau jaket kerja dapat menjadi alternatif. Detail seperti saku tambahan, ventilasi, bahan yang tidak terlalu mudah kusut, serta penempatan logo perlu dipertimbangkan berdasarkan aktivitas pemakainya.
Dengan pendekatan tersebut, perusahaan dapat memiliki beberapa model seragam kantor yang berbeda, tetapi tetap terlihat sebagai satu kesatuan melalui warna, logo, motif, atau elemen desain yang konsisten.
Tips Memilih Model Seragam Kantor yang Tepat
Sebelum menentukan desain, pertimbangkan terlebih dahulu aktivitas karyawan dan suasana tempat kerja. Seragam untuk staf yang bekerja sepanjang hari di ruangan ber-AC tentu memiliki kebutuhan berbeda dengan tim yang sering berpindah tempat atau bekerja di area operasional.
Selain model, perhatikan bahan, ukuran, detail jahitan, posisi logo, pilihan warna, serta kenyamanan ketika digunakan dalam waktu lama. Referensi gambar dapat membantu menentukan tampilan, tetapi spesifikasi tersebut tetap perlu disesuaikan sebelum masuk tahap produksi.
Dengan begitu, contoh seragam kerja kantor yang dipilih tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga relevan dengan kebutuhan karyawan dan karakter perusahaan.
Bagaimana Cara Memesan Seragam Kantor di RumahJahit?
Ada beberapa cara yang bisa Anda gunakan untuk melakukan pemesanan di RumahJahit. Cara-cara tersebut meliputi:
Pertama, dengan mengunjungi situs website RumahJahit. Anda dapat dengan mudah mengakses situs resmi Rumah Jahit untuk melihat layanan dan katalog yang tersedia. Terdapat berbagai contoh seragam yang bisa Anda jadikan referensi sebelum memesan serta informasi kontak.
Selain itu, Anda juga dapat menghubungi customer service secara langsung melalui Whatsapp yang tersedia. Anda dapat melakukan konsultasi terkait desain, ukuran, jenis kain terbaik dan menyepakati waktu pengerjaan melalui kontak berikut ini:
Widy 087875709511
Putri 081315456872
Afni 087730271553
Amanda 081314235012
Anda juga berkesempatan mendapatkan promo spesial melalui informasi yang ada pada Instagram (@rumahjahit.id) atau dapatkan secara praktis melalui Shopee, Tokopedia, dan Lazada kami. Segera pesan sekarang untuk mendapatkan produk kualitas terbaik di RumahJahit!